KARTUN NABI MUHAMMAD

11.30.2009


PARAH ISLAM TERINJAK-INJAK.......KEMBALI DILECEHKAN ISLAM....



Jakarta (GP-Ansor): Belum lagi reda soal kartun Nabi Muhammad, sebuah kartun baru telah menuai kemarahan partai oposisi Malaysia dan organisasi non-pemerintah. Gara-garanya, koran New Straits Times memuat kartun yang dianggap mengejek kemarahan umat muslim atas kartun Nabi Muhammad.

Harian Malaysia tersebut pada Senin (20/2/2006) lalu mempublikasikan kartun karya Willie Miller, yang menggambarkan seorang kartunis pinggir jalan sedang duduk di dekat plang bertuliskan “Caricatures of Mohammed while you wait”.

Sebaris kalimat dibubuhi pada kartun itu. Bunyinya: “Kevin akhirnya mencapai tujuannya untuk menjadi orang yang paling ditakuti di dunia…”
“Kartun ini secara langsung menghina nabi kami,” cetus Salahuddin Ayub, kepala sayap pemuda Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), sebuah partai oposisi Malaysia.
“Kami telah mengajukan laporan ke polisi soal ini,” imbuhnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (22/2/2006).
Surat kabar New Straits Times telah menuliskan pembelaan atas pemuatan kartun tersebut pada edisi Rabu 22 Februari ini. Ditegaskan, pihaknya tidak memuat karikatur Nabi Muhammad yang telah menimbulkan aksi protes berdarah di sejumlah negara Islam.
Namun Salahuddin tidak puas dengan penjelasan New Straits Times. “Saya tidak puas. Itu (kartun) masih menyampaikan pesan yang sama (menghina nabi),” ujarnya.
“Koran itu harus minta maaf secara terbuka kepada umat muslim Malaysia. Jika mereka tidak melakukannya dalam waktu 24 jam, kami akan mengorganisir demonstrasi damai pada Jumat nanti di kantor pusatnya,” tegas Salahuddin.
Kantor berita Malaysia, Bernama memberitakan, tiga organisasi non-pemerintah juga telah mengadukan komplain ke polisi terhadap New Straits Times.
Belum lama ini pemerintah Malaysia telah menghentikan untuk sementara izin terbit dua koran lokal karena memuat ulang kartun Nabi Muhammad. Kartun kontroversial itu pertama kali dimuat oleh koran Denmark, Jyllands-Posten pada September 2005. (Detikcom/hr)

0 comment:

Posting Komentar